Post Details

research
  • 04 Jun 2026

Pentingnya Madrasah dalam Menjaga Kebersihan dan Sanitasi

Madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik. Salah satu karakter penting yang perlu ditanamkan sejak dini adalah kepedulian terhadap kebersihan dan sanitasi. (Aspek kebersihan sering diungkap namun sanitasi jarang dikemukakan). Lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan nyaman akan mendukung proses belajar mengajar serta menciptakan generasi yang sehat, disiplin, dan bertanggung jawab. 

Ada sebuah ungkapan yang sering terdengar di dunia pendidikan, "Kalau ingin menilai sebuah sekolah, lihatlah WC-nya." Ungkapan sederhana ini mengandung makna yang mendalam. Toilet yang bersih, sehat, dan terawat mencerminkan budaya disiplin, kepedulian terhadap kebersihan, serta komitmen seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Sebaliknya, toilet yang kotor dan tidak terawat sering kali menjadi indikator masih lemahnya budaya hidup bersih di lingkungan sekolah.

Selanjutnya, dalam perspektif Islam, kebersihan merupakan bagian dari ibadah dan wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt. Oleh karena itu, upaya menjaga kebersihan dan sanitasi di madrasah tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menjadi implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan. Allah Swt. berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Demikian pula Rasulullah ﷺ bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

Ayat dan hadis tersebut menunjukkan bahwa kebersihan bukan sekadar kebiasaan baik, melainkan bagian dari ajaran Islam yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan madrasah.

Menarik untuk direnungkan, ayat yang mengandung pesan tentang kebersihan ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah surat kedua ayat 222. Secara kebetulan, nomor ayatnya begitu mudah diingat. Demikian pula hadis Rasulullah ﷺ tentang pentingnya bersuci, الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ, dikenal luas dan termuat dalam Hadis Arba'in An-Nawawiyah nomor 23. Meski penomoran ayat maupun hadis tidak mengandung makna syariat tertentu, keselarasan ini dapat menjadi pengingat yang indah bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kebersihan dan kesucian sebagai bagian dari keimanan.

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini tidak hanya berbicara tentang kebersihan fisik, tetapi juga kesucian lahir dan batin. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa Allah mencintai hamba-hamba yang senantiasa bertaubat dari dosa-dosanya (at-tawwaabiin) dan mencintai orang-orang yang menjaga kesucian dirinya (al-mutaṭahhirin), baik dengan bersuci dari hadas dan najis maupun menjaga kebersihan diri sesuai tuntunan syariat. Kecintaan Allah kepada mereka menunjukkan bahwa kebersihan merupakan amalan yang memiliki nilai ibadah, bukan sekadar kebutuhan jasmani.

Senada dengan itu, Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jami' li Aḥkam al-Qur'an menerangkan bahwa makna al-mutaṭahhirīn mencakup kesucian lahir melalui kebiasaan bersuci serta menjaga kebersihan tubuh, pakaian, dan lingkungan, sekaligus kesucian batin dari dosa dan akhlak yang buruk. Dengan demikian, Islam memandang kebersihan sebagai bagian dari kesempurnaan akhlak seorang mukmin.

Pemahaman ini menjadi landasan penting bagi madrasah untuk membiasakan peserta didik menjaga kebersihan kelas, toilet, tempat ibadah, serta seluruh lingkungan madrasah. Ketika budaya bersih ditanamkan sejak dini, peserta didik tidak hanya memperoleh lingkungan belajar yang sehat, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai agama yang dicintai Allah Swt.

Sanitasi yang baik mencakup tersedianya air bersih, toilet yang layak, tempat cuci tangan dengan sabun, saluran pembuangan yang baik, serta pengelolaan sampah yang benar. Apabila fasilitas sanitasi tersedia dan dimanfaatkan dengan baik, risiko penyebaran penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan berbagai penyakit lainnya dapat diminimalkan.

Madrasah memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat melalui berbagai kegiatan, antara lain:

  1. Memberikan edukasi tentang pentingnya kebersihan dan sanitasi melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler.
  2. Menyediakan sarana sanitasi yang memadai, seperti toilet yang bersih, tempat sampah terpilah, dan fasilitas cuci tangan.
  3. Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan sebelum makan, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan kelas.
  4. Melaksanakan kegiatan gotong royong secara rutin untuk membersihkan lingkungan madrasah.
  5. Melibatkan seluruh warga madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Madrasah yang menerapkan kebersihan dan sanitasi dengan baik akan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya: menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif, mengurangi risiko penyebaran penyakit di lingkungan madrasah, meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar peserta didik, membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan, menumbuhkan budaya hidup sehat yang dapat diterapkan di rumah maupun di masyarakat.

"Madrasah yang bersih bukan hanya mencerminkan lingkungan yang sehat, tetapi juga melahirkan generasi yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab." Begitu ujar kepala madrasah kami saat menjadi pembina upacara. 

Namun dalam Praktiknya masih terdapat beberapa tantangan dalam penerapan kebersihan dan sanitasi di madrasah, seperti kurangnya kesadaran sebagian warga madrasah, keterbatasan fasilitas, serta kurangnya pemeliharaan sarana yang ada. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan komitmen bersama melalui edukasi berkelanjutan, penyediaan anggaran untuk perawatan fasilitas, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program kebersihan.

Selain itu, kerja sama dengan pemerintah, komite madrasah, puskesmas, dan masyarakat sekitar juga sangat penting untuk mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang sehat dan berkelanjutan. Selanjutnya, sebagai Madrasah yang teleh memperoleh penghargaan Adiwiyata tingkat kabupaten dan menuju nasional, MAN 3 Garut tempat penulis mengabdikan diri dan menyusun artikel sederhana ini terus berkomitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembiasaan budaya peduli lingkungan, pengelolaan sanitasi yang baik, serta pelibatan seluruh warga madrasah dalam menjaga kebersihan sebagai implementasi nilai-nilai Islam dan pendidikan karakter. Semangat tersebut selaras dengan motto "JAWARA", akronim dari Jembar Amanah, Wicaksana, Asri, Rukun, dan Akur, yang menjadi pedoman bagi seluruh warga MAN 3 Garut dalam membangun budaya madrasah yang unggul, harmonis, dan berwawasan lingkungan.

Pada akhirnya menjaga kebersihan dan sanitasi merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah. Dengan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal, sekaligus membentuk peserta didik yang memiliki karakter peduli terhadap kesehatan dan lingkungan. Sebagaimana nilai-nilai Islam mengajarkan pentingnya kesucian dan kebersihan, madrasah diharapkan menjadi teladan dalam menciptakan budaya hidup bersih dan sehat demi terwujudnya generasi yang unggul, dan berakhlak mulia. 

Fahmi Firdaus Hilmi

 

 



Bagikan artikel ini:



Comments

Ropendi

Senin, 29 Jun 2026

Sangat bagus dan memberikan edukasi dan insvirasi untuk menjaga kebersihan dan sanitasi di Madrasah